Pengembangan Lebih Mudah dengan Web Framework
- Get link
- X
- Other Apps
Pengembangan Lebih Mudah dengan Web Framework

Sebelum masuk lebih dalam ke pembahasan Web Framework, alangkah baiknya kita bahas analogi sederhana untuk memahaminya. Mari kita analogikan Web Framework dengan sebuah origami. Origami adalah seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Sesuai dengan namanya, bahan utama yang digunakan untuk membuatnya disebut dengan kertas origami. Origami dapat melatih kreativitas dan problem solving. Selain itu, origami juga dapat dijadikan sebagai hiasan dinding atau ruangan.
Untuk membuat origami, selain dengan melipatnya secara manual dari kertas origami, ada juga yang namanya origami modular. Alih-alih melipatnya dari nol, kita dapat membuat origami dari bagian identik yang sudah ada, seperti segitiga dan kotak untuk membuat objek.

Kenapa menggunakan origami modular untuk membuat objek? Karena dengan menggunakan origami modular, proses pembuatan origami akan lebih mudah dan cepat. Tidak perlu membuatnya dari awal dengan melipat dari kertas origami, Anda dapat menggunakan origami modular untuk membuat objek yang diinginkan. Misalnya, untuk membuat objek rumah, Anda dapat menggunakan kombinasi origami modular seperti kotak dan segitiga untuk membuatnya. Origami modular dapat kita sebut sebagai framework (kerangka kerja).

Dalam pengembangan aplikasi Back-End, kita juga dapat menggunakan framework. Framework yang digunakan untuk pengembangan web disebut dengan web framework. Web framework adalah sebuah kerangka kerja yang dapat membantu mempermudah pengembangan web termasuk dalam membuat web service.
Apa saja yang keunggulan dari web framework? Berikut keunggulan dari menggunakan web framework.
- Mempercepat Pengembangan Aplikasi
Web framework mengurangi boilerplate karena ia menyediakan sekumpulan tools dan library yang siap pakai sehingga developer menulis sedikit kode. Selain itu, pengembangan lebih cepat karena hal-hal yang sering dilakukan dalam pengembangan web telah disediakan oleh web framework. - Maintenance Lebih Mudah
Web framework mempermudah pemeliharaan aplikasi karena memiliki struktur kode yang terstruktur, menyederhanakan proses debug, dan penulisan kode yang konsisten. - Aman
Web framework selalu dioptimasi dari segi performa dan keamanan karena banyak perusahaan dan developer yang menggunakannya. Selain itu, kode yang ada juga sudah teruji di lingkungan production (battle-tested). - Didukung oleh Komunitas
Tidak perlu cemas, web framework didukung oleh komunitas yang besar. Web framework selalu diperbarui dari segi keamanan dan kode. Kita dapat meminta dukungan komunitas terkait sumber daya belajar maupun dukungan teknis.
Lantas, apa saja web framework yang ada di Python? Yuk, kita bahas.
- Flask

Flask adalah framework WSGI yang ringan ditulis dengan Python. Flask dirancang untuk menjadi ringan, fleksibel, dan sederhana. Flask juga disebut sebagai micro-framework karena tidak menyediakan banyak abstraksi. Dengan Flask, Anda dapat merancang aplikasi web dari yang sederhana hingga kompleks. Selain itu, Flask memiliki banyak extensions yang disediakan oleh komunitas. - FastAPI
FastAPI adalah web framework modern untuk Python yang tujuannya merancang dan membangun API dengan cepat, efisien, dan aman. FastAPI memiliki sintaks yang intuitif dan code completion. Selain itu, FastAPI memiliki fitur API dokumentasi yang otomatis. - Django

Django adalah web framework Python yang dapat mendukung pengembangan yang cepat dan desain kode yang bersih. Django menangani sebagian besar hal-hal yang sering dilakukan dalam pengembangan web sehingga developer bisa fokus menulis logika bisnis. Django dapat digunakan secara gratis dan open-source. Django memiliki perhatian yang serius terhadap keamanan yang dapat membantu developer menghindari kesalahan dalam keamanan.
Jangan khawatir ketika ingin menggunakan Django di level production karena Django sangat stabil dan telah digunakan oleh perusahaan, seperti Disqus, Instagram, Pinterest, dan Mozilla bertahun-tahun. Django didukung oleh independen foundation yang bernama Django Software Foundation. Selain itu, Django juga disebut sebagai web framework “battery-included” karena ia menyediakan banyak fitur esensial yang sudah tersedia secara default, seperti autentikasi, keamanan, sistem admin, routing, ORM (Object Relational Mapping), bahkan panel web admin yang dibangkitkan otomatis dari ORM.
Memilih framework yang digunakan bergantung terhadap kebutuhan dan masalah apa yang ingin diselesaikan. Jadi keputusan mau menggunakan framework apa merupakan pilihan personal. Namun, di sepanjang kelas ini, kami akan menggunakan web framework Django dengan versi Long-Term Support (LTS). Long-Term Support (LTS) adalah versi perangkat lunak yang menerima perbaikan bug dan pemeliharaan selama jangka waktu tertentu, meskipun versi terbaru telah dirilis.
Materi selanjutnya, kita akan mencoba memasang Django. So, siapkan kopi dan camilan Anda!
Latihan: Memasang Django
Setelah mengetahui pengertian Django, kini lah saatnya untuk memulai menggunakannya. Sebelum menggunakannya, Anda harus memasangnya terlebih dahulu.
Yuk, ikuti tahap-tahap berikut ini.
- Buka Terminal Anda.
- Kemudian, buatlah folder baru (Anda bebas untuk membuat folder di direktori apa pun). Pada contoh berikut, nama foldernya adalah “python-projects”.
- Setelah itu, masuklah ke direktori baru tersebut.

- Kemudian, buatlah folder dengan nama “django-basic”.
- Selanjutnya masuk ke direktori django-basic.

- Setelah itu, buat dan aktifkan virtual environmentdengan Pipenv. Jalankan perintah berikut.Hasilnya akan tampak seperti berikut.
- pipenv shell

- Selanjutnya, jalankan perintah berikut untuk memasang Django.Perintah di atas akan memasang Django dengan versi LTS saat ini (pada saat latihan ini ditulis, Desember 2024), yaitu 4.2. Jika ingin memasang versi Django yang spesifik, kita dapat menambahkan “==”, diikuti dengan versi yang ingin dipasang.
- pipenv install django==4.2
- Tunggu hingga proses selesai.

- Selanjutnya, Anda dapat memeriksa versi Django yang telah berhasil dipasang dengan perintah berikut ini.Anda akan melihat Django versi 4.2.
- django-admin --version

Itulah cara memasang Django. Bagaimana, mudah, kan? Setelah berhasil memasang Django, kita akan berkenalan lebih lanjut dengan Django, yuk kita lanjut!
Bersambung ke:
Kenali Django Lebih Dalam
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment